Taking too long? Close loading screen.

Dewan Komisaris

 

Muhammad Syaugi

Komisaris Utama

 

Rukijo

Komisaris

Zulfikri

Komisaris

Mukhtasor

Komisaris

  • Muhammad Syaugi

    Komisaris Utama

    Pria kelahiran Malang, 10 Desember 1960 ini menyelesaikan pendidikan S1 bidang Sosial Politik di Universitas Merdeka Madiun pada 1998 dan S2 Magister Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta pada 2014. Purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Marsekal Madya ini juga tercatat sebagai lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1984, Fighter Weapon Instructor Course F-16 USA pada 1995, dan Sesko TNI AL pada 1999 sebagai angkatan 36. Di pengujung 90-an hingga 2002, Muhammad Syaugi bertugas sebagai Komandan Skuadron Udara 3/F-16 lalu mengemban tugas sebagai Atase Pertahanan RI di Rusia pada 2003 hingga 2007.

    Pada pertengahan 2014, Muhammad Syaugi ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan RI hingga 2017. Terakhir, Muhammad Syaugi menjabat sebagai Kepala Badan SAR Nasional periode 2012-2019.

  • Rukijo

    Komisaris

    Latar Belakang Pendidikan:
    Sarjana Ekonomi jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Lampung (1990); Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Jakarta (2007).

    Pengalaman Kerja:

    • Kepala Bagian Kepegawaian Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (DJPK Kemenkeu) (2007-2009)
    • Kepala Subdirektorat Pelaksanaan Transfer II DJPK Kemenkeu (2009-2013)
    • Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah DJPK Kemenkeu (2013-2014)
    • Direktur Dana Perimbangan DJPK Kemenkeu (2014-2016)
    • Sekretaris DJPK Kemenkeu (2016-sekarang)

    Keahlian:

    Keuangan Negara, Pajak dan Retribusi Daerah

  • Zulfikri

    Komisaris

    Zulfikri, menyelesaikan masa pendidikan sarjananya di Institute Teknologi Bandung dengan jurusan Teknik Sipil. Pada tahun 1990 beliau juga menyelesaikan pendidikan pasca sarjana Teknik Jalan Raya di Institute Teknologi Bandung. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda dari tahun 2014 dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda pada awal tahun 2016. Sampai akhirnya beliau dipercaya untuk menjabat Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api pada bulan 5 tahun 2016Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Perekeretaapian Kementerian Perhubungan RI.

  • Mukhtasor

    Komisaris

    Mukhtasor adalah Penasehat Senior untuk Direktur Utama PT Pertamina (2015-2016). Bekerja di CEO Office Pertamina, salah satu BUMN terbesar di Indonesia, Mukhtasor terlibat dalam strategi efisiensi di segala lini, termasuk pengembangan strategi bisnis mega proyek peningkatan dan pembangunan kilang-kilang BBM dalam negeri; strategi penguatan sumber daya manusia; teknologi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah dalam perusahaan; dan strategi pengembangan serta pengelolaan aset.

    Memiliki pengalaman luas di berbagai instansi pemerintahan dan perusahaan dalam penguatan jaringan dan komunikasi, termasuk dalam menjalankan strategi pembangunan ramah lingkungan yang mengutamakan keselamatan. Mukhtasor pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Penasehat Menteri KLHK (2015-2017) dan Tim Asistensi Menteri Lingkungan Hidup (2012). Mukhtasor juga tercatat sebagai salah satu tim ahli di kementerian yang membidangi Lingkungan Hidup untuk meninjau dan mengevaluasi AMDAL beberapa proyek strategis nasional.

    Pada periode 2009-2014, Mukhtasor menjabat sebagai Anggota Dewan Energi Nasional, suatu lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang, yang ketuanya adalah Presiden Republik Indonesia dan anggotanya terdiri dari tujuh menteri dan delapan pakar independen. Mukhtasor menyelesaikan studi paskasarjana dari Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering and Applied Science, Memorial University of Newfoundland, Canada

  • Adnan Pandu Praja

    Komisaris

    Pria kelahiran Jakarta, 14 Januari 1960 ini menyelesaikan pendidikan S1 bidang Hukum di Universitas Indonesia pada 1986 dan S2 Fakultas Hukum di Universitas of Technology, Sydney pada 2003. Di era 80-an, Adnan aktif mengikuti program pertukaran pelajar Asia di Jepang, mendirikan Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS), serta menjadi penyunting Jurnal Hukum dan Pembangunan, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Di tahun 90-an dan di tahun 2000-an, Adnan aktif bekerja sebagai praktisi hukum di sejumlah kantor hukum, Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM), da

    Pada kurun waktu 2011-2015, Adnan bertugas sebagai Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dilanjutkan sebagai Staf Khusus Menteri Perindustrian RI pada 2016 hingga 2017. Adnan juga tercatat aktif sebagai penulis artikel di sejumlah media massa nasional.