Taking too long? Close loading screen.

Stasiun Blok M

Integrasi Antarmoda

Transjakarta

Koridor 1, 1C, 6M, 7B, S21, S22

Metromini

S69, S70, S71, S74,S75,S77, S78, S610, S611, dan S619

PPD

38, 11, 12, 45, P36, P37, P38, P53, P67, P68, BS02, BT01, AC08, P45, AC21, dan AC80

Kopaja

S613, S609, S605A, S608, S616, S620, S63, S66, dan T57

Mayasari Bakti

AC05, P4, C925, C57, C107, C300, P13, P13A, P15, P27, AC06, AC28, AC34, AC49, AC121, AC134, AC137A, dan AC05A

Bianglala

924

Steady Safe

921, 938, 939, AC30, AC32, AC65, AC66, AC89, P128, P129, dan P134

Himpurna

926

Pahala Kencana

P116

Agung Bhakti

954, P98, dan AC120

Sinar Jaya ML

P158

ARH

AC138

SJML

APTB09

MB

APTB10

Megah Langgeng

AC151

Deskripsi dan Fitur Stasiun

Terletak di antara dua taman (Taman Ayodya dan Martha Tiyahahu) dan Plaza Blok M, Stasiun Blok M didesain dengan unsur-unsur taman kota. Dominasi warna stasiun ini adalah gradasi hijau, abu-abu, putih. 

Berukuran panjang 175 meter dan lebar 26 meter, area peron penumpang berada di ketinggian 14 meter dari permukaan jalan, sedangkan atap stasiun mencapai 25 meter dari permukaan jalan. Ketika beroperasi nanti, penumpang dapat menggunakan beberapa pilihan akses masuk area concourse stasiun, yaitu tiga di sisi timur dan dua di sisi barat; dua eskalator; dan dua elevator/lift. Ke depannya, akan ada penambahan dua eskalator.

Dari area concourse, ada enam buah tangga menuju area peron; dua eskalator; dan dua elevator/lift. Ke depannya, akan ada penambahan dua eskalator. 

Lantai akan dilengkapi dengan tac tile untuk tunanetra, wide passenger gate yang berukuran sekitar 90 cm untuk pengguna kursi roda/sepeda, dan area front office dengan ketinggian yang telah memperhitungkan pengguna kursi roda. 

Atap stasiun menggunakan membran roof yang tidak mudah terbakar, perawatan mudah, tahan terhadap perubahan cuaca, dan meneruskan sinar matahari tanpa UV untuk mendapatkan dan mengoptimalkan pencahayaan alami. Menggunakan platform screen door tipe half height dengan ketinggian sekitar 1,3 meter. Di stasiun ini terdapat tiga jalur kereta. Jalur bagian tengah digunakan sebagai area parkir satu set kereta. Stasiun akan terintegrasi dengan Terminal Blok M dan Halte BRT Transjakarta

Eksterior:

  • Stasiun Blok M merupakan salah satu stasiun besar yang memiliki struktur yang megah dan modern, namun tetap bernuansa lembut dan menenangkan. Desain menyerupai membran menjadi ciri khas stasiun ini.
  • Gerbang masuk stasiun memakai atap dan dinding kaca berpola pepohonan. Struktur atap dibuat laksana cabang-cabang pohon.
  • Sistem ventilasi alamiah yang memungkinkan keluar-masuk udara dengan leluasa diterapkan pada konstruksi bangunan stasiun.

Interior:

  • Lantai bagian dalam stasiun menyiratkan zona pergerakan keluar dan masuk penumpang, dengan paduan warna hijau dan abu-abu terang.
  • Atap bagian dalam stasiun ini dibuat khas dengan membran dan lampu gantung pada strukturnya yang mencerminkan pohon dan buah-buahan.
  • Sebuah lantai concourse disediakan khusus untuk area fasilitas umum dan retail. Fasum meliputi toilet untuk pria/wanita/difabel, ruang menyusui, lift bagi difabel. Area retail akan mewadahi atm center, toko serba ada, dan lain-lain.
  • Area menunggu kereta bagi penumpang dibuat nyaman dan aman, dibatasi pagar akrilik berpintu otomatis (platform security door/PSD). Lampu-lampu penanda dibuat warna-warni, terletak tepat di muka PSD sehingga mudah dilihat.