Taking too long? Close loading screen.

Stasiun Lebak Bulus

Integrasi Antarmoda

Metromini

B85 dan S72

PPD

10, P20, P42, NE3, AC14, dan ZC16

APB

JS01A

KWK

S03, S04, S08, S11, S12, S17 dan S18

Kopaja

B86, P20, dan S615

Koantas Bima

S102, S621, T509, dan T510

Maya Sari Bakti

P59, AC41, AC129, AC132, AC135, AC76, dan AC107

Steady Safe

961, AC19, AC22, AC31, P126 dan AC56

Transjakarta

Koridor 6H, 7A, 8, S14, S21, S22

BMP

APTB04

Deskripsi dan Fitur Stasiun 

Stasiun layang pertama di ujung selatan Jakarta ini memiliki desain yang dekat dengan elemen alam dengan nuansa warna didominasi hijau dan gradasinya. Bentuk konstruksi ramping sehingga mudah membaur dengan lingkungan di sekitarnya.

Memiliki panjang sekitar 200 meter dan lebar 33,8 meter, stasiun akan terintegrasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan area pemukiman di sekitar Depo. Area peron penumpang terletak di ketinggian 12,45 meter dari permukaan jalan dan atap stasiun sekitar 20,9 meter dari permukaan jalan. 

Untuk kemudahan akses masuk dan keluar stasiun, penumpang dapat menggunakan lima unit tangga, dua unit lift, dan dua unit eskalator dari permukaan jalan ke area concourse. Stasiun juga telah dirancang untuk penambahan satu unit eskalator.

Dari area concourse menuju area peron, penumpang dapat menggunakan enam unit tangga, dua unit eskalator, dan dua unit lift. Nantinya, akan ada penambahan dua unit eskalator.

Akan tersedia lima unit toilet yang diperuntukkan bagi penumpang pria, wanita, penyandang disabilitas, dan staf stasiun, termasuk satu unit ruang menyusui. Panel atap stasiun menggunakan zinc alumunium. Stasiun akan menggunakan Platform Screen Door (PSD) tipe half height. Di stasiun ini juga akan dilengkapi dengan area khusus untuk menurunkan calon pengguna MRT yang datang dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua.     

Eksterior:

  • Pintu masuk dengan eskalator dan berpenutup untuk menghindari terik matahari dan hujan.
  • Dinding terbuat dari panel-panel aluminum berukuran sama yang juga difungsikan sebagai penutup ruang mekanis.
  • Atap stasiun mengadopsi sistem ventilasi alamiah yang memungkinkan keluar-masuk udara dengan leluasa.

Interior:

  • Lantai dan langit-langit stasiun bercorak kotak-kotak, gradasi warna hitam, abu-abu tua hingga abu-abu terang, menyiratkan dinamika pergerakan pengguna MRT Jakarta yang bergerak masuk dan keluar stasiun.
  • Sebuah lantai concourse disediakan khusus untuk area fasilitas umum dan retail. Fasum meliputi toilet untuk pria/wanita/difabel, ruang menyusui, lift bagi difabel. Area retail akan mewadahi atm center, toko serba ada, dan lain-lain.
  • Area menunggu kereta bagi penumpang dibuat nyaman dan aman, dibatasi pagar akrilik berpintu otomatis (platform security door/PSD). Lampu-lampu penanda terletak tepat di muka PSD sehingga mudah dilihat.