Siaran Pers: PT MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Untuk Pendidikan dan Penelitian

Siaran Pers: PT MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Untuk Pendidikan dan Penelitian

SIARAN PERS
Untuk diterbitkan segera

 

PT MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Untuk Pendidikan dan Penelitian

 

Bandung, 15 November 2017. Hari ini, bertempat di Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung, PT MRT Jakarta melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait penelitian, pertukaran data maupun dokumen, dan pendidikan pelatihan yang dibutuhkan untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia dari kedua belah pihak. Pihak PT MRT Jakarta diwakili oleh Direktur Utama, William Sabandar, dan pihak ITB diwakili oleh Rektor, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA.

“Kerja sama ini menerapkan prinsip kolaborasi antara kampus – industri – pemerintah. ITB juga mengembangkan teknologi perkeretaapian melalui National Center for Sustainable Transportation Technology. Sinergi ini pasti akan berdampak positif bagi perkembangan MRT Jakarta ke depan dan transportasi publik secara nasional,” jelas William Sabandar.

PKS antara PT MRT Jakarta dan ITB akan dilaksanakan selama periode 5 (lima) tahun yang akan dipantau kemajuannya setiap tahun, dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Sebagai rangkaian dari pelaksanaan NKB ini, akan diadakan “Workshop Train Signaling, Control, and Automation Technology: Communication Based Train Control (CBTC) Design and Implementation” pada Kamis 16 November 2017 di Ruang Rapat TF, Gedung TP Rachmat Lantai 2, Kampus ITB, dengan untuk memberikan wawasan teknologi persinyalan, kontrol, dan otomasi pada perkeretaapian, khususnya dalam bidang Communication-based Train Control (CBTC) atau Kontrol Perkeretaapian Berbasis Komunikasi, di kalangan akademisi, vendor, dan pengguna teknologi.

Hingga 31 Oktober 2017, perkembangan konstruksi MRT Jakarta secara keseluruhan telah mencapai 83,07 persen, dengan rincian 74,64 persen untuk pekerjaan depo dan struktur layang serta 91,57 persen untuk pekerjaan struktur bawah tanah. Seluruh jalur layang kini telah tersambung dengan dipasangnya box girder terakhir pada 31 Oktober lalu. Pemasangan railway track juga sedang dilakukan dan sejauh ini telah terpasang sepanjang 2.530 meter dari keseluruhan total panjang rel, yaitu ±36 km. Rel kereta api fase 1 berstruktur Direct Fixation Tract dengan Anti Vibration Sleeper untuk jalur layang, Direct Fixation Track dengan PC Sleeper untuk jalur bawah tanah, dan Ballasted Track untuk di depo. Upaya percepatan penyelesaian proyek dilakukan agar MRT Jakarta dapat beroperasi pada 1 Maret 2019.

Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini: 7 stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), serta 6 stasiun bawah tanah (Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia). Pada fase satu ini, panjang jalur Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia adalah 16 kilometer, diperkirakan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Perkiraan jumlah penumpang setiap hari tersebut masih akan dipertegas lagi dengan Ridership Survey yang saat ini sedang dilakukan oleh PT MRT Jakarta.

Total tempuh rute fase 1 adalah 30 menit dengan jarak antarkereta 5 menit sekali. Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) yang merupakan teknologi baru di Indonesia.

Fase dua Bundaran Hotel Indonesia – Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada Oktober 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni Selatan – Utara dan Timur – Barat. Koridor Timur – Barat membentang sepanjang 87 km, dimulai dari Cikarang, Bekasi, hingga Balaraja, Banten. Pekerjaan proyek ini akan dimulai pada tahun 2020.

MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

 

***

Informasi media:

PT MRT Jakarta; Tubagus Hikmatullah; Corporate Secretary Division Head
0811 903 178
[email protected]
www.jakartamrt.co.id
Facebookwww.facebook.com/jakartamrt
Twitter: @mrtjakarta
Instagram: @mrtjkt

 

ITB Bandung; Fivien; Hubungan Masyarakat ITB
0812 141 83377
[email protected]

 

Download “Siaran Pers: PT MRT Jakarta Sepakati Kerja Sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) Untuk Pendidikan dan Penelitian” Siaran-Pers-MoU-MRT-Jakarta-dan-ITB.pdf – Downloaded 73 times – 109 KB